BUWpBUWoBSWiBUG8GSd0TSAlGd==

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MATERI IDENTIFIKASI SARANA HUBUNGAN INTERNASIONAL MELALUI METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS XI AKUNTANSI SEMESTER 2 SMK PANCASILA 7 PRACIMANTORO TAHUN PELAJARAN 2010/2011

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar belakang
Sejalan perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat menuntut lembaga pendidikan untuk lebih dapat menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Banyak perhatian khusus diarahkan kepada perkembangan dan kemajuan pendidikan guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, model pembelajaran yang efektif dan efisien dalam mencetak peserta didik yang lebih berkualitas diperlukan. Banyak dikembangkan model pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif  group investigaton (GI). Menurut Hamruni (2009:224) model GI atau investigasi kelompok bermula dari persepktif filosofi terhadap konsep belajar. Untuk dapat belajar, seseorang haru memiliki pasangan atau teman. . Pada dasarnya model ini dirancang untuk membimbing para peserta didik mendefinisikan masalah, mengeksplorasi berbagai cakrawala mengenai masalah itu, mengumpulkan data yang relevan, mengembangkan dan menguji hipotesis.
Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) menuntut kegiatan pembelajaran di dalam kelas berlandaskan pendekatan pada murid atau  student centered approach. Pada kenyataannya masih belum diterapkan oleh semua guru dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga masih kurangnya peran aktif peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini terlihat saat kegiatan pembelajaran menjadi kurang adanya komunikasi dua arah antara guru dan peserta didik. Sehingga kondisi belajar menjadi tidak menarik, peserta didik cepat jenuh dan menjadi tidak konsentrasi dalam belajar di kelas teori. Berdasar permasalahan ini perlu kiranya guru mempergunakan alternatif model pembelajaran untuk student centered approach, salah satunya adalah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Apakah pembelajaran tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan cocok digunakan pada kurikulum KTSP. Tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran dengan model kooperatif pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Selain  itu, untuk mengetahui peningkatan nilai hasil belajar perserta didik setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. 
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan aktifitas peserta didik dalam kelompok kecil sehingga peserta didik dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Peserta didik dalam kelompok kooperatif belajar berdiskusi, saling membantu, dan mengajak satu sama lain untuk mengatasi masalah belajar. Pembelajaran kooperatif mengkondisikan peserta didik untuk aktif dan saling memberi dukungan dalam kerja kelompok untuk menuntaskan masalah dalam belajar. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang mengutamakan kebersamaan kelompok.
Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang mengutamakan kerja sama antar peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kesuksesan dari sebuah kelompok bergantung pada kesuksesan masing-masing anggota kelompok. Menurut teori konstruktivis, tugas guru (pendidik) adalah memfasilitasi agar proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan pada diri sendiri tiap-tiap peserta didik terjadi secara optimal. Dalam pembelajarannya peserta didik diharapkan saling membantu, berdiskusi, berdebat, atau saling menilai pengetahuan dan pemahaman satu sama lain. Menurut Sugandi (2002), karakteristik model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Berdasarkan definisi tersebut karakteristik model pembelajaran kooperatif, sebagai berikut:
1.      Siswa belajar dalam kelompok.
2.      Siswa memiliki rasa saling ketergantungan.
3.      Siswa belajar berinteraksi secara kerja sama.
4.      Siswa dilatih untuk bertanggung jawab terhadap tugas.
Siswa memiliki keterampilan komunikasi interpersonal. Ciri-ciri tersebut dapat memberikan dampak positif kepada peserta didik antara lain: membangun sikap belajar kelompok/bersosialisasi, membangun kemampuan bekerjasama, melatih kecakapan berkomunikasi, melatih keterlibatan emosi peserta didik, mengembangkan rasa percaya diri dalam belajar, meningkatkan prestasi akademiknya secara individu dan kelompok, meningkatkan motivasi belajar dan memperoleh kepuasan belajar. Tinggi rendahnya tingkat keberhasilan model pembelajaran kooperatif di atas, bergantung pada aspek: interdependensi ganjara, interdependensi tugas, tanggung jawab atau akuntabilitas individual, struktur yang dipaksakan oleh guru, ada atau tidak adanya kompetisi kelompok.
Pembelajaran di sekolah kejuruan yang kurang menarik  akan membosankan siswa. Apalagi dalam pembelajaran PKn, hampir sebagian besar peserta didik merasa jenuh dan menganggap pelajaran PKn sulit karena harus menghafal beberapa materi. Hal ini dapat  dilihat dari rendahnya hasil pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan semester 2 kelas XI Jurusan Akuntansi  SMK Pancasila 7 Pracimantoro Tahun Pelajaran 2010/2011.  Peserta didik kurang termotivasi dalam pembelajaran  terbukti dengan banyaknya peserta didik yang tidak memperhatikan penjelasan guru, peserta didik bercerita ketika kegiatan pembelajaran, dan peserta didik malas mengerjakan latihan. Berdasakan hasil tugas  peserta didik, sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Hal ini terbukti  dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan metode ceramah, dalam materi identifikasi sarana hubungan internasional, ternyata hasil belajar peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan sekolah yaitu 75, hanya  9 peserta didik (30%)  dari jumlah peserta didik sebanyak 30 siswa. Sedangkan  21 peserta didik (70%) masih tidak mencapai KKM yang ditentukan.
            Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam materi identifikasi sarana hubungan internasional ini, berdasarkan analisis dan pengamatan guru kelas serta masukan dari teman sejawat, ternyata karena peserta didik kurang termotivasi mengikuti pembelajaran PKn dan kurang menguasai konsep materi yang diberikan.
Berdasarkan kondisi di atas, guru kelas dengan mendapatkan masukan dan  informasi dari berbagai pihak menentukan model pembelajaran baru agar hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PKn meningkat. Model yang dipilih adalah  cooperative learning tipe group investigation. Pembelajaran dengan model ini dipilih oleh guru kelas untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi peserta didik. Pembelajaran dengan memanfaatkan tipe GI ini agar dapat meningkatkan hasil belajar  PKn bagi peserta didik kelas XI Jurusan Akuntansi SMK Pancasila 7 Pracimantoro Tahun Pelajaran 2010/2011. Hasil belajar peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini diharapkan mencapai KKM yang ditentukan yaitu 65, serta rata-rata kelas yang dicapai meningkat dari hasil sebelumnya.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan nilai hasil belajar peserta didik yang peneliti lakukan di kelas XI Akuntansi SMK Pancasila 7 Pracimantoro, dengan pokok materi “mengidentifikasi sarana hubungan internasional” menunjukkan bahwa hanya  peserta didik (30%)  dari jumlah peserta didik sebanyak 30 siswa. Sedangkan 21  peserta didik (70%) masih tidak mencapai KKM yang ditentukan. Identifikasi masalah yang diperhatikan dalam  upaya perbaikan pembelajaran agar lebih menarik dan meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah sebagai berikut :
1.    Mengapa hasil belajar peserta didik kelas XI Akuntansi dalam pembelajaran PKn rendah?
2.    Mengapa siswa kelas XI Akuntansi SMK Pancasila 7 Pracimantoro kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran PKn?
3.    Upaya apakah yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran PKn di kelas XI Akuntansi SMK Pancasila & Pracimantoro?
4.    Media apakah yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PKn di kelas XI Akuntansi SMK Pancasila & Pracimantoro?
5.    Metode apakah yang relevan untuk pembelajaran PKn di kelas XI Akuntansi SMK Pancasila & Pracimantoro?


C.  Pembatasan Masalah
Istilah Peningkatan menurut  kamus Bahasa Indonesia adalah suatu proses meningkatkan. Hasil belajar adalah hasil belajar yang dicapai setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran. Peningkatan hasil belajar berarti suatu proses yang dilakukan oleh guru untuk dapat meningkatkan hasil belajarp eserta didik.
Pembelajaran berdasarkan makna leksikal berarti proses, cara, perbuatan mempelajari. Pembelajaran juga dapat didefinisikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh guru untuk membantu peserta didik agar dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya.  Pembelajaran yang dimaksud dalam  hal ini adalah kegiatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan memanfaatkan metode Cooperative Learning Tipe Group Investigation

D.      Perumusan Masalah
Berdasarkan deskripsi dalam latar belakang,  identifikasi masalah, serta pembatasan masalah  di atas maka peneliti merumuskan permasalahan yang difokuskan dalam penelitian tindakan kelas. Adapun permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: ”Apakah model cooperative learning tipe group investigation dalam  pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Akuntansi  Semester 2 SMK Pancasila 7 Pracimantoro Tahun Pelajaran 2010/2011?”

E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:  mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa   dalam  metode cooperative learning tipe group investigation dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas XI Akuntansi  SMK Pancasila 7 Pracimantoro Tahun Pelajaran 2010/2011.
Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah:
1.    Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan memanfaatkan model cooperative learning tipe group investigation di kelas XI Akuntansi  Semester I SMK Pancasila 7 Pracimantoro Tahun Pelajaran 2010/2011
2.    Untuk meningkatkan hasil belajar  peserta didik  dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan memanfaatkan model cooperative learning tipe group investigation di kelas XI Akuntansi  Semester 2 SMK Pancasila 7 Pracimantoro Tahun Pelajaran 2010/2011

F.   Manfaat Penelitian
     Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat kepada beberapa pihak, antara lain:
1.         Peserta Didik
Penelitian ini diharapkan memberikan pengalaman baru bagi peserta didik untuk senantiasa belajar dan dapat memanfaatkan sarana atau alat-alat di lingkungan sekitar dan prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meningkat.
2.   Guru
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada semua guru, khususnya guru sekolah dasar untuk dapat menggunakan model cooperative learning tipe group investigation dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar  peserta didik.
3.         Sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan baru tentang media dan metode pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya.

Komentar0

Silahkan memberi komentar yang positif dan membangun. Terima kasih!

Type above and press Enter to search.